Ibu rumah tangga
Di awal pernikahan ku aku menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, karena bukankah menjadi ibu rumah tangga adalah fitrah wanita ? tetapi setelah kujalani kehidupan rumah tangga, saya baru sadar ternyata pekerjaan rumah tangga itu sangat rumit.Seorang ibu tidak memiliki jam kerja tertentu artinya, tugasnya di mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.bahkan menjadi ibu rumah tangga, berarti banyak belajar, seperti belajar manajemen, baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qolbu. Lalu belajar pembukuan, dimana aku selalu ngejelimet mengatur keuangan, karena penghasilan suami untuk saat ini masih belum normal. Dan kemudian belajar psikologi, baik psikologi anak maupun psikologi umum.
Bahkan untuk bisa mensyukuri nafkah dari suami aku harus punya bermacam-macam ketrampilan, seperti memasak yang sebelumnya jarang aku lakukan. Belajar menjahit, berjualan… sampai ketrampilan memangkas rambut dari rambut anak ku yang laki2 sampai suamiku.. belum lagi makanan jajanan yang ku olah sendiri aku yakin, jika beli makanan jadi harganya pasti berlipat.
Lalu seiring dengan kemandirian anak2 aku pun memilih salah satu ke ahlian ku untuk k sumbangkan pada masyarakat. Aku ingin lebih bernilai, tidak hanya bagi keluargaku tapi juga masyarakat. Alhamdulillah suamiku mendukung apa yang ku lakukan asal itu bersifat positif.
Kadang2 timbul pikiran jahil ku, berapa gajiku seharusnya atas tugasku ini ? aku ratu rumah tangga sekaligus pembantu, aku manajer merangkap baby sitter, aku akuntan dan konsultan suami ku, pendidik sekaligus tukang ketik, penggagas sekaligus tukang pangkas, aku juga seorang pengobat sekaligus perawat, aku juga actor bagi anak2 ku takkala menggambarkan berbagai macam watak yang ada dalam cerita yang sedang kami bacaItulah karier ku selam 12 tahun menjadi ibu rumah tangga.Aku lantas teringat kata2 Mahbub junaidi- seorang ekonom Pakistan “ jika ibu-ibu rumah tangga meminta di berikan gaji, maka nilainya adalah satu milyar dollar pertahun. Sebuah nilai yang besar untuk budget sebuah Negara.syukurlah ibu- ibu rumah tangga memberikan tenaganya dengan cinta maka tak prelu memusingkan Negara bukan ?
Aku setuju dengan pendapat nya, aku sanggup bersusah payah menjalani karier rumah tangga, walau selalu di remehkan dan jarang mendapat pengakuan yang layak.. hanya karena aku sangat mencintai suami dan anak-anak ku yang di amanahkan Alloh padaku. Dan yang lebih penting dari semua itu aku mendapat cinta dari yang maha pencipta. Allohu rabbul’alamin.
Salam hormat buat ibu-ibu rumah tangga sejati. Karier mu sangat penting, dalam mempersiapkan generasi rabbani. Dan gajimu, insya alloh kehidupan hakiki syurgawi. ( sumber : majalah Ummi tapi di sesuaikan dengan pengalaman ku )
May 21, 2007 at 4:51 am
YAp.. Setuju banget Bun!!
emang ga gampang jadi ibu dan istri ..
cuman kudu punya modal ikhlas doang .. itu aja kupikir ..
May 21, 2007 at 5:25 am
tq banget buat comment semuanya bun… cun chayank buat nanay dari bunda susan yak…..
May 25, 2007 at 4:14 pm
Bener mbak..sulu aku juga suka mikir ibu RT tuh kerjaannya enteng..ternyata sekarang dah ngerasain..yg dipikir mah macem2 yah kek benang kusut.. Insya Allah mbak, kita semua dapet pahala surgawi..amiiinn
May 25, 2007 at 10:35 pm
mudah2an mba ya… kita di beri kesabaran sama yang maha kuasa untuk menjalani rumah tangga ini.. amien..
October 22, 2007 at 8:40 am
Mb sy linda, sy ibu rumah tangga tp jg kerja di kantor pergi pagi pulang sore tp saya tetap harus terus mengerjakan pekerjaan rumah dan memberi kasih sayang yang full untuk suami & anak.Mksh ats pengalamannya mb,jd semangat buat saya
October 22, 2007 at 11:41 am
saya salut mba linda.. biarpun bekerja kantoran tapi masih tetap memberikan perhatian yang full untuk anak dan suami nya… 4 jempol saya kasih buat mba linda…
August 19, 2008 at 1:26 pm
Artcile-nya luar biasa. Apa munkin Ibu Rumah Tangga juga berprestasi dan membantu suami untuk masa depan yang lebih baik ?
Salam, Nurul
http://www.network-dbc.com
August 19, 2008 at 1:42 pm
hai salam kenal ya bun,
mungkin saja seorang isteri bisa berprestasi….
apabila ada dukungan dari suami tercinta.
maksih bun udah mampir…
August 28, 2008 at 5:52 am
salam kenal mbak, sedih rasanya kalau baca artikel ini, karena aku belum sepenuhnya bisa mengasuh anak2 dan keluargaku karena harus kerja
September 1, 2008 at 9:09 am
salam kenal juga ya mba, semuanya perlu proses mba dan masing-masing punya keperluan sendiri. Alloh maha mengetahui apa yang hamba nya lakukan. saya salut karena mba bisa bekerja dan mengurus keluarga.
sering sering mampir ke site ku ya mba..
September 4, 2008 at 4:21 am
Salam kenal yah bunda, saya Rani mahasiswi UGM yang sedang berjuang untuk bisa mencapai cita-cita saya menjadi seorang WAHM (Work At Home Mother) alhamdulillah, dari muda memang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga,
mampir ke blog saya juga yah http://www.duniarani.co.cc
September 4, 2008 at 7:14 am
Halo mbak,
Salam kenal….Menarik sekali tulisannya, membuat niatku untuk menjadi working at home mom semakin tak bergeming. Bulan ini adalah bulan terakhir aku menjadi Full time mom, maaf dengan tidak ada maksud sombong, penghasilan dan jabatan yang aku punya sekarang mambuat setiap orang bertanya ” udah di fikir belon ?”..atau kamu serius ?”…wah terkadang bisa bikin aku gimanaaaa gitu. Insya Allah setelah baca artikel ini , niat buat menyiapkan si kecil agar bisa hidup di jamannya kelak dan full melayani suami bisa membawa berkah dan kemudahan rizky yang selalu terlintas paling aku khawatirkan. Amin
September 7, 2008 at 10:00 am
Hai Mba Rani n Mba Fera, makasih ya udah mampir..
September 8, 2008 at 5:14 pm
bingung nih mau jadi ibu rumah tangga atau bekerja,soalnya masih numpang sama mertua dan mertuaku pgn menantunya bekerja..apalagi menantu yg satunya jadi dokter lagi,aduh ngerasa minder banget aku cuma drumah ga bisa ngasilin apa2,
September 30, 2008 at 8:24 am
jadi ibu rumah tangga adalah sangat mulia, ketika kita pertama kali melahirkan anak dari rahim kita sendiri, betapa kita mensyukuri karunia itu,ada rasa bahagia, bangga bercampur perasaan lain yang dirasakan. Kehidupan berlangsung terus, bagaimana kita menjadi ibu,menjadi istri dan menjadi pekerja.. bagi saya tidak ada kebahagaian apabila anak anak dan suami dapat terlayani dan diperhatikan, walau dalam kesibukan saya sebagai pekerja. Kesibukan, banyaknya pekerjaan tidak ingin membuat saya lupa akan keluarga yang adalah harta yang tidak ternilai harga dari apapun. maka nikmatilah kehidupan ini dengan menatap segala sesuatu dapat kita lalui dengan kesabaran dan ketekunan. Semoga !
October 9, 2008 at 6:41 am
Salam kenal, ya Bu. Saya juga ibu rumah tangga. Dulu saya kerja kantoran, tapi pas hamil anak pertama sampai sekarang, saya tidak kerja kantor lagi, karena susah membagi konsentrasi, daripada dua-duanya tanggung, lebih baik pilih salah satu, ya.. jadi ibu rumah tangga itulah. Ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat mulia karena yang langsung memberi “gaji” adalah Allah SWT. Setuju nggak?
October 9, 2008 at 9:13 am
Ibu Hardianto terima kasih telah berkunjung dan komentar nya…
Salam dari Kami…
October 9, 2008 at 9:14 am
Mba Ika, Setujuuuuuuuuuuuuu banget……
November 6, 2008 at 3:56 pm
waaaa….
indah sekali sharingnya Mba Susan…
Aku juga tadinya mikir2, aduh pas nikah sm Ka Heng nih pasti aku akan jadi IBU Rmh tga, aku sempet ga betah juga pas pindahan disini.
Tapi bener bgt yg Mba Susan bilang, pekerjaan ibu rmh tga itu kompleks, pengatur budget, pendidik juga manajer keluarga hehhe
Lama-lama aku mulai betah kerja jd ibu rmh tga, mulai meresapi rasanya kerja jadi ibu-ibu yg bebakti sm kluarga (suami dan anak)…
hmmm…. what a great story Mba Susan!
December 4, 2008 at 4:20 am
ass..
salam kenal bun,saya ibu rmh tga punya 2 anak yg masih sgt kecil (usia batita)… saya kerja di luar rmh seharian… pingin bgt rasanya jadi ibu rumah tangga yg ngurusin smua keparluan rmh tga,tp saya msh belum bisa melepas kerjaan diluar,alhamdulillah saya tinggal dgn kedua orang tua yang msh bisa membantu menjaga & memelihara kedua anak saya selain pembantu yang juga turut menjaganya.. hati kecil saya tetap ingin menjadi seorang ibu rmh tga.. karena dekat dgn anak2 membuat segala beban kerja jadi hilang…
December 4, 2008 at 4:22 am
ass..
salam kenal bun,saya ibu rmh tga punya 2 anak yg masih sgt kecil (usia batita)… saya kerja di luar rmh seharian… pingin bgt rasanya jadi ibu rumah tangga yg ngurusin smua keparluan rmh tga,tp saya msh belum bisa melepas kerjaan diluar,alhamdulillah saya tinggal dgn kedua orang tua yang msh bisa membantu menjaga & memelihara kedua anak saya selain pembantu yang juga turut menjaganya.. hati kecil saya tetap ingin menjadi seorang ibu rmh tga.. karena dekat dgn anak2 membuat segala beban kerja jadi hilang…
December 16, 2008 at 3:39 am
Sebenarnya aku juga pengin jadi ibu rumah tangga, tapi saya belum menikah, kira2 tips2 apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang ibu Rumah Tangga..Terima kasih bunda
December 16, 2008 at 1:38 pm
halo bu, salam kenal, aku dulu juga bekerja tapi semenjak tahu aku hamil langsung berhenti bekerja karena 4 tahun sudah menunggu kehadiran sikecil, sekarang sudah 3 tahun menjadi ibu rumah tangga susah juga karena harus bisa mengatur keuangan dan mendidik anak
December 23, 2008 at 1:53 pm
salam kenal bunda
saya juga pengen jadi ibu rumah tangga, ngak pengen kerja kasihan keluarga kalau kerja, sedikit banyaknya keluarga pasti terabaikan. saya lihat kakak perempuan saya yang kerja dari pagi sampai sore, kasihan anaknya tinggal dan kasihan juga ortu udah tua (ngak pakai baby sitter).
ibu rumahtangga bekerja ngak kenal waktu, ngak salah kalau surga itu ditelapak kaki ibu melihat tugas dan tanggung jawabnya (dengan syarat ikhlas y)
setuju banget mbak ika,gaji dari ALLAH lebih besar dari pada gaji 1 bulan di kantor.
doakan y keinginan hudiya untuk jadi ibu rumah tangga, soalnya jodohnya belum datang. sekarang jadi anak rumah tangga dulu buat ortu.
jangan malu dengan profesi ibu rumah tangga.
sukses untuk ibu-ibu rumahtangga.
February 3, 2009 at 5:34 am
Ass…
salam kenal bund, saya ibu rmh tgh dng 3 orang anak, coretan susan menambah motifasi saya untuk meningkatkan kwalitas saya sebagai ibu rmh tgh n target mendapat gaji surgawi.
February 3, 2009 at 7:17 am
hai bun Irma… salam kenal y… senang mempunyai banyak teman… ada teman sharing… Hidup ibu rumah tangga !!!!!!!!!
February 9, 2009 at 3:05 am
saya baru mulai juga menjadi seorang istri =). emang kadang2 sebagian besar orang masih meremehkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga….Apalagi jika yang memutuskan untuk menjadi ibu RT (begitu temen2 saya bilang, he2) itu berasal dari kalangan wanita yang cerdas….
bagi sebagian besar manusia juga masih beranggapan bhw yang pantes menjadi ibu RT itu adalah wanita yang mempunyai ciri2 sbb: sekolahnya gak pinter, gak niat, bodoh (maaf) dll.
coz waktu itu ada temen saya yang lumayan pinter dan baru lulus tapi belum dapat kerjaan juga , bilang seperti ini “kerja gak dapat2 pusing banget deh kalau kayak gini terus, mendingan nikah aja jadi ibu RT, enak”.
begitulah asumsi sebagian besar manusia…
ya mungkin mata hati nya sudah buta tertutupi nafsu dunia
February 13, 2009 at 8:33 am
wew… taunya ini masih kerabat da-q… hehehe iya neh.. jadi pengen gabung segera di dunia ibu rumah tangga
February 13, 2009 at 9:15 am
Hai mba Mio, mba dini… makasih ya udah mampir…
February 26, 2009 at 3:52 am
salam kenal bunda,
aku setuju banget sama bunda, tapi sayang orang selalu memandang sebelah mata karier ibu rumah tangga. saya yang baru akan memulainya ini bahkan tidak mendapat dukungan penuh dari keluarga. ibu dan kakak perempuan saya sendiri malah bilangnya “jadi perempuan jangan mau cuma di rumah saja, perempuan juga harus bekerja, biar dihargai dan tidak diperlakukan semena-mena sama orang lain termasuk suami juga lebih menghargai karena kita juga punya andil (punya penghasilan)untuk keluarga”
aduh bunda..aku sedih deh kalao dibilangin begitu.., padahal calon suamiku sendiri sudah memberikan keleluasaan padaku untuk terserah mau pilih yang mana; berkarir atau menjadi ibu rumah tangga
huhf! cape deeeh..
selama ini alhamdulillah saya memang bisa mandiri dan punya pekerjaan yang lumayan. mungkin mereka lihatnya sayang kalo saya melepas itu dan harus tinggal di rumah saja.
bunda, doakan saya supaya ada jalan keluar yang baik buat kami semua ya…
February 26, 2009 at 4:24 am
Salam kenal juga bunda…
memang bunda kalo kita mendengar omongan orang2 suka bikin ga enak hati ya.. tapi sabar aja kali.. mungkin ini cobaan yang Alloh berikan..
lagipula di rumah pun kita bisa kok cari uang bun, sambil nunggu anak2 tumbuh kita pun bisa ber bisnis sesuai keahlian yang di miliki..
aku pun demikian bun, dulu sempet kerja cuma karena suami bilang tunggu rumah dan rawat anak2 aja katanya… dan alhamdulillah aku sekarang sambil nunggu anak2 aku pun usaha kecil2an di rumah…
semangat ya bun…
makasih lho udah mampir… sering2 berkunjung ya…
February 28, 2009 at 2:43 am
assalamulaikum,,
mm…Ternyata jadi Ibu rumah tangga itu tidaklah semudah dan segampang yang saya pikirkan,,,jd takut kalau sampai jd istri..he
March 2, 2009 at 4:38 am
Untuk semua kaum ibu, ataupun calon ibu…TETAP SEMANGAT!!!!
March 11, 2009 at 8:14 am
woooowwww,, tulisan yang bisa bisa jadi penyemangat buat para ibu…:)
March 12, 2009 at 7:56 am
Hallo, Ibu2
Pusing juga ni ngatur keuangan Keluarga, Suami baru jadi Pegawai kontrak yang gajinya pas-pasan.anakku 2 laki smua.tahun ini mau masuk SD, yg kedua baru 2 th. punya pikiran ingin kerja tapi tak tega sama anak kku yan ke 2 . krn baru butuh perhatian lebih. Ya tapi itu semua ku buat enjoy aja yang penting anak2 sehat dan suamiku tak aneh2.
March 24, 2009 at 7:49 am
Seneng ngeliat blog ini,tp kdg2 kepikirian bosen ga siy bun,jadi IRT?dan mikir knp perempuan stlh nikah jd ga punya ‘hidup’ lg,krn semua waktunya udah habis buat suami dan anak? Bunda2 disini bisnis apa dirumah?boleh dong dishare buat ide..
March 30, 2009 at 2:55 pm
apapun keputusan kita *WANITA* jangan menbohongi hati nurani unt alasan apapun! Berbuatlah terbaik menurut ukuran kita dan biarkan tangan Tuhan yg bekerja menempatkan kita di tempat yg terbaik. BRAVO WANITA INDONESIA….
April 2, 2009 at 8:24 am
Tp terkadang suka bosen jg ga siy bun?Ada tips?atau kerjaan yg bs dilakukan dirumah tp tetap menghasilkan
April 4, 2009 at 9:08 pm
istri jadi gampang marah nedumel kesalahan suami dari jaman nenek moyang di papar 1 demi satu.. kalau sudah begini suamiku kabur dari rumah alasanya ada lembur…kadang2 curiga juga..lembur..apa lemBur.. jadi serba salah. untungnya suami ku bukan tipe yang aneh aneh.. bekas mentor dulu waktu kuliah.. kesabaranya ruarr biasa.. kalau suamiku sudah sebel sama aku.. aku disuruh refreshing dulu dibelikanya tiket pp untuk menjenguk orang tuaku.. jadi serba salah menghadapi suami kayak begini.. katanya salah satu dari suami atau istri harus bisa mengontrol esmosi.. katanya puasa itu bagus untuk melatih esmosi.. tau laahh yang jelas sekarang aku lagi marah lagiii
April 14, 2009 at 12:28 pm
Menjadi Ibu rumah tangga seperti anggapan kebanyakan orang adalah pekerjaan yg mudah….Tapi setelah dijalani -+ 8 tahun, memang uuuuuuff adalah pekerjaan yang tidak ada habisnya….Susah2 ngurus&mengajarkan anak untuk menjadi anak yang soleh, sopan&pintar..tapi begitu anak bertingkah yg tdk seperti yg kita harapkan uuuuugh rasanya kok jadi seperti buang2 waktu saja kita dirumah….
April 15, 2009 at 1:38 am
setuju banget sama bunda neh, aku jg niat bgt suatu hari nanti aku jd IRT aja, ladang pahala ada d sana.
skrg ini lg merangkak menuju impian itu, karena selain IRT aku jg ingin bantu finansial suamiku..
aku tulis d blog malah mimpku itu.. hikss..
tyt jd pegawai kantoran itu ga seindah yg aku bayangkan dulu..
salam kenal bun,
May 4, 2009 at 2:51 am
Artikelnya pas banget dibaca saat sedang down. sy juga pernah menulis ttg membangun karir dalam rumah tangga di blog saya…mudah2an kita kuat utk terus mendampingi dan membesarkan anak2 kita ya mbak….salam kenallll…
May 22, 2009 at 12:48 pm
Salam kenal,
Wah kenapa saya baru nemu blog yang menarik ini ya…
Saya senang di blog ini bisa bertemu banyak teman senasib, sesama ibu rumah tangga.
Ternyata yang dirasakan para ibu rumah tangga serupa ya…
Salam sukses selalu.
May 31, 2009 at 11:41 am
salam kenal …
July 8, 2009 at 3:10 pm
thanx mbak, saya jadi sedikit lega setelah membaca artikel mbak, saya barusan resign dari pekerjaan yang saya senangi, tp karena harus mengikuti suami pindah saya harius merelakan pekerjaan saya, saya jadi ibu RT, terasa berat memang terasa, sedih dsb dech, tapi setelah ingat anak jadi sedikit terhibur, tapi bila uda ingat pekerjaan rumah yang tidak habis duuch, jadi sedih juga.
July 23, 2009 at 5:52 am
Bunda2 maaf ya ga bales satu2 komen nya… Salam kenal semuaaaaaaaa… Senengnya bunda di datengin sama super mom.. Pengen nya kita kopi darat, kita sharing masalah keluarga… Duhhhh pengen nya…
Bunda2 kalo berminat kita bisa ketemuan yukkkkkk…
July 23, 2009 at 1:41 pm
hey bunda…salam kenal.
perlu diinget juga ya bun, pintu surga terbuka bagi istri yang suaminya ridho
jadi kuncinya ada di ridho suami.
percuma kalau kita banting tulang ngurus rumah tangga tapi sambil nyentil suami pake kata2 yang ga enak. trus suami ga ridho. hilang deh semuanya…
hayu..hayu kopdar… setuju!!!
July 27, 2009 at 5:05 am
Salam kenal semua…
Hidup emang sebuah pilihan sih…buat ibu-ibu sering jadi dilema, antara keluarga dan karier…tapi soal rezeki kan urusan Allah… jadi yang resign dan akhirnya lebih memilih keluarga ga perlu takut rezeki bakal berkurang, masih banyak cara mendapatkan penghasilan tanpa ninggalin keluarga seharian… kan teknologi udah canggih juga, asal kitanya mau belajar dan berusaha…why not..???
Cheers,
Rahma
http://www.bisnissite-oke.com
bisnis for moms
July 29, 2009 at 5:59 am
Betul banget Bunda… insya alloh suami kita ridho ….
hayu ah kita ketemuan, nambah temen nih bun….
ini no hp ku ya 0813-5403-2265
September 13, 2009 at 2:48 am
Halo Bunda mw coba cari penghasilan tambahan dari rumah sambil jagain anak? Coba intip dulu ke sini ya….http://www.asetshare.com/?ref=4958